Salam Penulis

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah S.W.T. karena berkat rahmat, hidayah, dan karunia-Nya lah penulis dapat membuat blog ini. Tak lupa sholawat serta salam penulis haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad S.A.W. yang telah menunjukkan jalan yang lurus.


Ucapan terima kasih penulis sampaikan pada:

1. Redaksi Blogger yang telah menyediakan wadah bagi penulis dalam berkreasi.
2. Komunitas Internet Kongo yang telah memberikan koneksi internet pada penulis dengan tarif yang relatif murah.
3. Orang tua penulis yang telah mengijinkan penulis untuk berkecimpung di dunia komputer.
4. Teman-teman dan sahabat penulis yang telah memberikan dukungan baik berupa moril maupun materil.
5. Forum sains yang telah menjadi inspirasi penulis dalam menyuguhkan materi, serta pihak-pihak lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu.


Nah, mungkin Anda bingung karena blog ini sepertinya kosong. Tapi coba lihat di atas tulisan ini. Ada tab-tab kan? Silahkan pilih tab-tab berdasarkan keperluan. ^^
Jika ada yang ingin menyumbang artikel sains/ pelajaran ipa, silahkan kirim ke e-mail penulis di s.s.wibi@gmail.com



Akhirnya, penulis berharap agar blog ini dapat bermanfaat bagi semua. Wassalam.

gravatar

Alkohol

Alkohol dengan rumus umum CnH2n+2O yang sama dengan rumus umum eter, keduanya merupakan senyawa turunan alkana yang paling sederhana karena hanya memuat satu atom O.


Pengelompokan alkohol

Alkohol dengan rumus struktur R-OH (R=gugus alkil) dibagi menjadi tiga macam, yakni alkohol primer, alkohol sekunder, dan alkohol tersier.

Alkohol primer

Alkohol primer adalah alkohol dengan atom C yang mengikat gugus fungsi (-OH), mengikat 1 atom C yang lain. Contoh: CH3-CH2-OH, CH3(C2H5)CH-CH3-OH, dan lain-lain.

Letak gugus fungsi alkohol primer ini selalu pada nomor 1. Mengapa? Karena atom C yang mengikat gugus fungsi (-OH), mengikat 1 atom C yang lain hanya pada ujung rantai saja. Dengan kata lain, gugus fungsi selalu pada nomor 1.

Key: Gugus fungsi alkohol primer selalu terikat pada -CH2

Alkohol sekunder

Alkohol sekunder adalah alkohol dengan atom C yang mengikat gugus fungsi (-OH), mengikat 2 atom C yang lain. Contoh: CH3-CH(CH3)-OH, CH3-CH2-CH(C2H3)-OH, dan lain-lain.

Key: Gugus fungsi alkohol sekunder selalu terikat pada -CH

Alkohol tersier

Alkohol tersier adalah alkohol dengan atom C yang mengikat gugus fungsi (-OH), mengikat 3 atom C yang lain. Contoh: (CH3)3C-OH, CH3-C(CH3)2-OH.

Key: Gugus fungsi alkohol tersier selalu terikat pada -C


Tata nama alkohol

Tata nama alkohol dibagi menjadi 2, yaitu tata nama IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) dan tata nama trivial (lazim).
Tata nama IUPAC

Tatanama IUPAC alkohol menggunakan gugus hidroksil (-OH). Cara penamaannya=nama cabang+alkanol(panjang rantai:metan, etan, propan, dst +ol). Contoh untuk rantai lurus dengan atom C sebanyak 4 dinamakan Butanol.

Gugus alkohol primer (1-Butanol)

Gugus alkohol sekunder (2-Butanol)

Untuk penomoran rantai, ujung rantai yang paling dekat dengan gugus fungsi selalu rantai nomor 1. Jika jarak ujung kedua ujung ke gugus fungsi sama, maka ujung yang paling banyak cabang menjadi rantai nomor 1.

Tata nama trivial

Tata nama trivial alkohol cukup mudah, yakni nama rantai alkil + "alkohol". Misalnya untuk rantai lurus dengan atom C sebanyak 4, maka namanya adalah butil alkohol.